travelling

Yuk Ke Pulau Seribu – Travelling Pulau Pari

Tinggal di Jakarta bisa kemana aja sih selain ke Bogor dan Bandung?

Jangan salah ya, Ibukota Negara Indonesia ini juga punya tempat wisata laut yang masih bagus yaitu di kepulauan seribunya. Kepulauan Seribu terdiri dari lebih dari 11 pulau. 11 pulau inilah yang berpenghuni yaitu Pulau Kelapa, Pulau Kelapa dua, Pulau Panggang, Pulau Harapan, Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Besar, Pulau Payung Besar, Pulau Pari, Pulau Untung Jawa, Pulau Lancong Besar, Pulau Sebira (Sumber : Wikipedia).

Dari 11 pulau berpenghuni ini, pada akhir tahun 2016 kemaren tepatnya tanggal 11-12 Desember 2016 mengikuti open trip ke pulau pramuka. Pertanyaan:

  1. Kenapa memilih mengikuti open trip? Jawab : Karena aku hanya pergi berdua dengan teman kantorku, Lagi-lagi bareng Ummu. Hehehehehe… Thank you so much Ummu udah mau diajak ngeliat satu dari sekian list must to do milik aku. Kalau dihitung-hitung antara pergi berdua dengan mengikuti open trip, lebih murah dengan open trip. Ya meskipun jadwal harus menyesuiakan dengan jadwal open trip. Nah, pertanyaan meluas, Berapa sih biaya open tripnya? IDR 360.000.Sedangkan jika di total biaya berangkat dari kos sampai kembali lagi ke kosku yang ada di daerah jakarta timur sekitar IDR 431.500 (sudah termasuk air minum, oleh-oleh, jajanan selama di pulau pari)
  2. Kenapa memilih pulau pari? Awalnya kami berencana ingin pergi ke Pulau Pramuka sebagai pusat administrasi Kepulauan seribu. Namun, karena kami mendadak dalam melakukan pendaftaran open trip, pulau pramuka sudah habis kuotanya. Yang tersisa hanya tinggal pulau pari. Kalau dari aku pribadi sih nggak masalah, yang penting bisa pergi ke salah satu pulau seribu. Nah, sebelum pergi ke pulau seribu, tentunya kita menginginkan pergi ke pulau yang paling bagus, paling cantik, paling alami dari pulau lainnya. Tapi, perlu jadi perhatian jika masing-masing pulau punya keunikannya masing-masing. Tapi dari beberapa rekomendasi, jika kamu menginginkan pergi ke pulau yang benar-benar alami pergilah ke pulau yang jaraknya paling jauh dari Jakarta (Pelabuhan Kali Adem) dan bisa jadi pulau itu belum berpenduduk.

(more…)

1/2 Travelling + 1/2 Backpacker Kuala Lumpur, Malaysia

Judulnya memang setengah travelling dan setengah backpacker. Karena memang hanya pake backpack dan tidak bawa koper. Tapi dengan ransel “Get daily Gear –  Bromo Series” lumayan rempong juga bawaan untuk 3 hari.

Perjalanan ini antara sudah terencana dan setengah terencana. Kenapa kelihatannya plinplan gitu. Yah, pertama memang sudah direncanain saat pulang lebaran di Siak. Habis itu rencana ini rada angin-anginan. Kedua, plus merayakan kegagalan tes PL* yang memang udah sampai tes paling akhir dan gagal dan itu nyesek banget dan perlu motivasi untuk merefreshkan hati dan pikiran maka dalam waktu kurang dari 10 hari plan itu kembali mencuat. Awalnya memutuskan untuk pergi saat libur panjang tanggl 10-12 desember 2016. Tapi apa boleh dikata, harga tiket menggila, naik hampir 3 kali lipat dibanding hari biasa. Sudah bulat dan diputuskan langsung beli tiket berangkat tanggal 25 Nov dan pulang 27 Nov. Cukup ga sih 3 hari dua malam untuk menjelajah Kuala Lumpur?

(more…)

12 Jam BackPacker di Semarang

Rencana ini terkesan tiba-tiba meskipun sudah dibicarakan sekitar 2 minggu sebelumnya. Semarang suatu ibukota provinsi Jawa Tengah. Yang aku pernah dengar tentang kota ini adalah panas dan banjir saat musim hujan. Kota ini terkenal dengan lawang sewunya, simpang lima, dan pertempuran lima hari di semarang. Serta tak ketinggalan ini adalah tempat lahir penulis favoritku NH. Dini.

28 Januari 2017

Jam 18.45 dari halte transjakarta Flyover klender menuju stasiun pasar senen. Kami menggunakan kereta Tawang Jaya yang akan mengantarkan kami ke stasiun poncol jam 23.00 WIB.

(more…)

Backpacker Bangkok – Thailand PART 2 (Grand Palace, Wat Pho, Wat Arun, Chatuchak Market, Khaosan Road)

Hari Ke-6 —- 6 Mei 2016

Hari kedua di bangkok,,,,

Ok! What we are to do today? Kami sudah punya jadwal kemana kami harus pergi. Tapi tidak menutup kemungkinan ada perubahan selama proses berjalan. Yup….jadwal sudah kami buat bahkan sejak 2-3 bulan sebelum keberangkatan. Aku adalah tipe golongan darah A. Dimana dalam melakukan sesuatu itu harus direncanakan. Plus salah satu partner aku juga A. Hihihihhi…lengkap deh. Dua partner lainnya gol. Darah AB dan B. Ya jadinya gitu deh…..

Kami baru mulai sekitar jam 8 pagi. Rencana hari ini: Grand Palace,Wat Pho, Wat Arun, Masjid dekat Wat Arun, Chatuchak Market.Yupppp Full day…

(more…)

Backpacker Kamboja – Siem Reap

Hari ke-4   —– 4 mei 2016

Pagi hari ke 4 di ho chi minh, kami sudah harus siap jam 06.00 am. Kenapa..? Karena bus yang akan membawa kami dari ho chi minh melintas ke kamboja berangkat jam 07.00 am dan kami harus check in jam 06.30 am. Packing kami lakukan malam hari agar paginya kami tidak terburu-buru. Tiket bus seharga 28 USD dibeli yudi di distrik 1. Pada agen travel yang sama saat kami mengikuti trip delta mekong, yaitu The Sun Tourist. Semua berjalan lancar sampai kami tiba di agen travel tersebut. Namun rupanya, data kami tidak tersimpan di komputer mereka untuk pemberangkatan pagi itu…. karena kami telah memiliki bukti bayar, mereka tetap mengusahakan dengan memindahkan kami ke agen travel lain tanpa memberi tahu kami. Mereka hanya bilang, “follow me”. Make me disappointed. Huffffft…..

(more…)

Backpacker Ho chi Minh City – Vietnam PART 2

Hari ke-3

Hari kedua di ho chi minh kami habiskan untuk mengikuti trip delta mekong. Trip ini mulai sekitar jam 08.00 am dari The Sun Tourist dan berakhir sekitar jam 16.00 – 17.00 pm. Perjalanan trip delta mekong ini cukup lama, hampir 2 jam perjalanan darat. Di bus kami ada turis dari korea, china, Brunei (yang jadi partner makan semeja karena kami menolak makan Ham/Pig/Pork). Fasilitas bus yang kami dapat : air minum, tissu basah, pemandu yang lancar berbahasa inggris, dan makan siang.

Sebelum sampai tempat tujuan, kami melewati jembatan yang cukup panjang. Jembatannya seperti jembatan suramadu. Setelah melewati jembatan, jarak beberapa meter dari jembatan bus kami menepi. Kami disambut dengan seperti suatu keluarga yang berjualan topi. Kalo di indonesia jenis Topi itu adalah topi capil yang biasa dipakai petani ke sawah. Untuk kamar mandi juga tersedia disini, tapi menurutku cukup kotor sampai saat pulang aku harus menahan buang air kecil karena tidak tahan melihat tempatnya.

(more…)