One Day TRAVELLING To CIREBON

Rasanya kaki sudah sangat kaku dan ingin di ajak buat jalan panjang. Hari itu dengan rencana dan niatan dalam hati ingin one day travelling ke Kota Cirebon. Aku sedang tidak bisa menggunakan jatah cuti aku. Karena jatah cuti ingin aku gunakan untuk preparetion my day.

Oke dan yang awalnya hanya niatan dari sebelum lebaran ingin ke Cirebon, Tanggal 29-30 juli 2017 bisa terlaksana.

Satu minggu sebelum hari H rencana ini dibuat. Langsung kami mencari tiket Jakarta-Cirebon. Dan of course, kami memilih tiket kereta api paling murah. Karena travelling dengan budged rendah itu always being my target (muka peliiit hahahaha…).

Kereta yang kami pilih untuk berangkat adalah Cirebon Ekspress (Dari St. Gambir ke St. Cirebon) dengan harga Rp 85.000 pemberangkatan jam 22.20. Dan Untuk pulang kami memilih Tegal Bahari dengan harga Rp 100.000 pemberangkatan jam 18.30. Pembelian dua tiket ini menggunakan aplikasi Traveloka agar mendapat diskon 25.000 jika transaksi >= Rp 100.000. Jadi untuk tiket PP kami menghabiskan Rp 160.000.

Seperti biasa, A is planner. aku selalu menyiapkan ittenary meskipun itu hanya one day. Karena apa? Karena aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu disana hanya untuk memikirkan ” habis ini mau kemana lagi?” atau….” kesini naik apa y…..???”. Wasting time banget kan jadinya….

Ini nih…aku bagi ittenary aku ke kalian

29 Juli 2017

Aku berangkat dari klender ke Stasiun Gambir menggunakan Transjakarta. Biayanya hanya Rp 3.500 dengan dua kali transit di kampung melayu dan di Senen. Berangkat jam 19.45 dan sampai di Stasiun Gambir jam 21.10. Traffic jalan jakarta malam minggu itu tidak padat, hanya saja lama saat menunggu di transit point kampung melayu dan senen.

Kami janjian berkumpul berempat di st. Gambir jam 21.00 karena memang kereta kami berangkat jam 22.20. Aku, ummu, Ajeng, dan Haiza. 

Jam 22.20 tepat kereta kami berangkat, dan sampai di Cirebon sekitar jam 1.45. Kami menunggu pagi di Stasiun, Ruang tunggu stasiun is the best. Nyaman banget untuk tidur…hahahaha

DSC_1530.JPG

30 juli 2017

  1. Nasi Jambal Mang Dul

Jam 06.15 kami memulai hari kami. Kami berjalan sekitar 1,5 km an untuk mencapai tempat makan Nasi Jamblang Mang Dul. Sebenarnya ada beberapa rekomendasi kuliner nasi jamblang. Tapi aku memilih lokasi ini karena nilainya tertinggi menurut Trip Advisor. Tempatnya lumayan kecil. Sekitar jam 06.45 an kita mencapai tempat itu, rame bangett… tempat duduk nyaris terisi semua. Ada banyak menu disini : nasi yang dibungkus dengan daun jati, kerang, tahu, ayam, daging sapi, telur, paru, dll.

Aku memilih menu nasi, kerang, tahu, dan telur ceplok. Harganya Rp 17.000. Overall rasanya enak, pas, sedappp.

2. Gua Sunyaragi

Setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan kami menuju Gua Sunyaragi. Jaraknya sekitar 5 km dari Nasi Jamblang Mang Dull. Kami menunggu angkot D2 di simpang empat Grage Mall yang akan mengantarkan kami ke Gua Sunyaragi. Angkot lumayan banyak disana. dan cek this Angkot di Cirebon buat info kalian yang mau pake jasa angkot selama disana. biar ga kesasar dan biar tau mau kemana naik apa.

Sampai di Gua Sunyaragi jam 07.35. Sedangkan pintu masuk baru buka jam 08.00. Alhasil kami menunggu hingga jam 08.00 di warung kopi dengan memesan satu gelas kopi Good day Freeze dingin Rp 4.000. Jam 08.00 tepat, beberapa pengunjung lain berdatangan, ada yang naik motor, ada yang naik mobil. Cuaca pagi itu lumayan panas dan menyengat. So, jangan lupa pakai suncare yaaa…

Tiket masuk gua Sunyaragi Rp 10.000. Jika menginginkan Tourguide + Rp 50.000. Dan tentunya kami tidak menggunakan tour guide biar mengirit budged. Tetapi saat ada tourguide kelompok lain lewat bolehlah curi-curi dengar biar kita tau juga sejarahnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah patung didepan gua ini. Cewek-cewek yang belum menikah dilarang menyentuh patung itu karena jika kita menyentuhnya kita akan sulit jodoh. We don’t know too. Itu adalah suatu kepercayaan…. kita harus menghormatinya.

 

 

 

DSC_1700

Sekitar jam 09.20 kita melanjutkan kembali perjalanan kami ke ittenary selanjutnya.

3. Keraton Kanoman

Lagi-lagi transportasi kami adalah angkot, kami harus menyeberang ke sisi jalan depan untuk menuju Keraton Kanoman. Angkot yang kami gunakan adalah angkot D4. perjalanan kurang lebih 30 menit hingga kami diturunkan di jalan terdekat dengan keraton kanoman. No problem. Sebenarnya banyak bapak tukang becak di area itu. Tetapi kami memilih berjalan kaki saja menuju keraton kanoman. Yaaaa sempat kesasar juga, hingga kami balik arah kembali. Tapi alhamdulillah sampai juga ke keraton setelah melewati gang pasar kanoman yang sempit.

Saat memasuki area keraton kanoman, cukup rame karena sedang ada acara seperti pencak silat gitu. Kemudian kami lanjutkan ke pintu kecil disebelah aula. Terdapat museum kereta kencana, gamelan, souvenir dll.

Masuk di museum ini dikenakan harga Rp 10.000. Kalo menurut aku, museum kurang terjaga baik dari keberadaan maupun cara penyimpanannya.

Kami di museum sekitar 10 menitan saja. selanjutnya kami lanjutkan ke keratonnya. Tidak banyak informasi yang aku dapatkan disini. Yang aku ingat ada seperti tempat tidur ratu dan raja. Ada juga air keramat agar enteng jodoh dan rejeki. Lalu ada juga bangunan pertama yang didirikan di cirebon yaitu dekat dengan sumur keramat dan tepat dibelakang area keraton. Sebenarnya ada dua orang tourguide yang menemani kami tanpa kami minta.

Kami tidak cukup lama di area ini, selanjutnya our next inntenary kami adalah mengunjungi keraton kesepuhan.

4. Keraton Kesepuhan

Kami memasuki keraton kesepuhan melewati jalan tikus. Itu dengan bantuan ibu tourguide Keraton Kanoman. Sama seperti keraton kanoma, my ittention sedikit kurang untuk mempelajari sejarah kerajaan di lokasi ini. So, i just take a photo of that place. Saat aku mengunjungi keraton ini, Keraton kesepuhan jauh lebih ramai dibandingkan keraton kanoman.

5. Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kesepuhan

Setelah berkeliling keraton Kesepuhan, kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kesepuhan, Kita cukup berjalan kaki sekitar 5 menit ke masjid ini sekalian sholat dzuhur dan mengistirahatkan kaki. Apa yang unik dari masjid ini? plafonnya yang rendah yang mencirikan masjid-masjid jawa. Sholat dzuhur di masjid ini ramai, Untuk masuk wudhu dan menggunakan kamar mandi dikenakan shodaqoh, dan untuk kebersihan menurut aku sedikit kurang karena lantai lumayan berdebu dan juga bagian atap dalam masjid nya berdebu sekali saat dibersihkan. Dinding pagar masjid bewarna merah.

6. Keraton Kacirebonan

Setelah selesai sholat dan beristirahat, kami lanjut ke Masjid Kacirebonan. Kami berjalan kaki sekitar 1 km. Lokasi ini jauhhhh- jauuuuh lebih sepi. Jadi saat kami sampai lokasi ini, pengunjung hanya ada kami berempat. How comes, guys????

Biaya tiket masuk keraton kacirebonan Rp 10.000. Setelah membayar tiket masuk, ada seorang bapak-bapak yang ingin memberikan jasanya sebagai tour guide. Namun dengan halus kami menolak. Tentunya untuk meminimalkan pengeluaran. Saat kami masuk pintu halaman keraton, suasana sangat sepi. Yup! hanya kami. Area depan keraton ditempati meja dan kursi. Dibagian belakang area berkumpul terdapat pintu. Awalnya kami ragu untuk masuk atau tidak. Karena tidak ada orang atau pengunjung lain. Namun kami melihat dua orang anak-anak ada didalamnya. Maka kami putuskan untuk masuk. Ada satu lorong yang kami lewati. Disebelah kanan terdapat sebuah kamar yang terbuka (kami tidak masuk area ini). Selanjutnya didepannya lagi ada area besar yang menyimpan gamelan dan benda bersejarah lainnya. Suasana cukup seram bagiku disini. Mungkin karena kurang pencahayaan dan kebersihan yang kurang. Setelah itu disisi kanan ada area penjualan souvenir seperti wayang, tas-tas, gantungan kunci, pembatas buku, dll.

7. Empal Gentong Mang Dharma

Setelah lelah berputar-putar dibeberapa museum dan keraton, OK!!! time to kulinerrr!!! Yessss!

Menuju Empal gentong mang darma lagi-lagi kami menggunakan angkot, klo tidak salah ingat angkot D02. Jadi kami harus menyeberang jalan dulu dari keraton kecirebonan untuk menunggu angkot yg akan membawa kami ke empal gontong itu. Angkot tepat berhenti di rumah makan empal gentong mang darma, lokasinya persis disebelah jalan besar, kami membayar Rp 12.000/4orang. Warung makanny juga besar, pelayannya banyak. Kami berempat memesan empal gentong 4 porsi. Supeer sedap rasanya…. Klo balik ke cirebon pasti bakal mampir lagi. Harga untuk 1 porsi empal gentong, nasi putih, dan es teh botol Rp 27.000.

DSC_1945

Kami berempat puas dengan rasanya, Kenyang dan nggak nyesel kalo mau balik lagi.

8. Batik Trusmi

Waktunya mencari batik!!! Batik trusmi namanya.

Menuju batik trusmi dari warung makan empal gentong mang darma kami naik angkot D02 dan turun di simpang grage mall. Dari Grage mall kami naik angkot lagi menuju simpang plered. Dari simpang plered jarak ke batik trusmi sekitar 600m an. Banyak becak simpang plered, tapi of course kami memilih jalan kaki.  

Bisa dibilang, batik trusmi itu semacam department store. Banyak banget batik disini. Ada harga yang super miring hingga ke super mahal. Kata temen aku yang beli daster sih harganya lebih murah dari Thamrin city. Tapi karena aku sendiri ingin mencari blouse batik untuk kerja dan karena harga model batik yang aku inginkan diatas budged yang aku buat, so bye bye dulu yaah buat beli batik. 

Pengunjung nya ramai saat hari minggu itu, ada juga rombongan bis. Klo harga kain batik sih kurang lebih sama dengan di thamrin atau tanah abang. Tapi mungkin model batik lebih banyak, Meybe. Karena aku sendiri kurang explore ke semuanya. 


Dari batik trusmi, karena sudah jam 16.30 kami memutuskan untuk kembali ke stasiun. Tiket kereta pulang kami jam 18.00. Setelah mengeprint tiket kereta, kami sempatkan dulu menyicipi empal asem di dekat stasiun. Tapi bagi aku, empal gentong tetap masih yang juaraaa!!!

Oke… ini nih ittenary dan biayanya. Oiyaaa, dan untuk biaya dibawah sudah biaya real yaaa….

ittenary ke cirebon

Selamat Berlibur guys…

 

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s