12 Jam BackPacker di Semarang

Rencana ini terkesan tiba-tiba meskipun sudah dibicarakan sekitar 2 minggu sebelumnya. Semarang suatu ibukota provinsi Jawa Tengah. Yang aku pernah dengar tentang kota ini adalah panas dan banjir saat musim hujan. Kota ini terkenal dengan lawang sewunya, simpang lima, dan pertempuran lima hari di semarang. Serta tak ketinggalan ini adalah tempat lahir penulis favoritku NH. Dini.

28 Januari 2017

Jam 18.45 dari halte transjakarta Flyover klender menuju stasiun pasar senen. Kami menggunakan kereta Tawang Jaya yang akan mengantarkan kami ke stasiun poncol jam 23.00 WIB.

29 Januari 2017

Pagi jam 06.00 kami sampai di Stasiun Poncol. Sholat Subuh di musholla dekat stasiun. Jam 06:20 an kami berjalan kaki menuju masjid Agung Kauman yang jaraknya sekitar 1,4 km untuk menumpang kamar mandi. Unfornutely tempat wudhu perempuan di kunci…. mewek-mewek…

Dari Masjid Kauman kami menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah menggunakan Gojek. Kami baru mendapatkan jadwal sewa motor jam 11.00 WIB karena full Booking dari 7 rental motor yang aku tanyai. Huft… Akibat kami tidak mendapatkan rental motor dari pagi jadwal ittenary kami jadi beratakan….

awalnya rencana kami

St. poncol – Masjid sekayu- pantai marina – museum mandala bhakti – Lawang sewu – Gereja Katredal – Sam Poo Kong – Masjid Agung Jawa Tengah – Museum Jamu Nona Meneer – Kota Lama Semarang – Masjid Agung Kauman – Toko Oen – Wisata Pecinan

Yesss!!! Rencana diatas berantakan!!!

We make new ittenary. Di Masjid agung jawa tengah ada toilet umum berbayar Rp 2000. Lumayan untuk gosok gigi, cuci muka, dan moles muka. Dari jam 07.00-09.00 kami di masjid agung termasuk sarapan pagi. Masjid ini terkenal oleh payung-payung besarnya ala-ala di Madinah. Sayangnya saat kami kesana sedang tidak dibuka. Dan dilihat dari fisik payungnya sepertinya sudah mulai rusak.

20170129_082515-1

Masjid Agung Jawa Tengah

20170129_082839

Just Two Of Us

Selesai Foto-foto dan berencana kembali lagi ke Masjid ini untuk sholat setelah mendapatkan motor sewaan kami pergi mencari sarapan.Sarapan murah nasi pecel di depan masjid. Harganya hanya Rp 7.000 dan untuk teh tawar hangat Rp 1.000.

20170129_084752

Nasi Pecel dan Teh tawar hangat

Dari Masjid Agung Jawa Tengah kami pergi ke Lawang Sewu karena jam 09.00 sudah buka. Perjalanan dari masjid agung ke lawang sewu menggunakan Gojek lagi. Kebetulan driver gojek aku perempuan. Lumayan memberikan informasi terkait cuaca di semarang, suasana disemarang.

Sampai di Lawang Sewu sekitar jam 09.29. Kami membeli tiket masuk seharga Rp 10.000/orang.

20170129_092907

Tiket masuk Gedung Lawang Sewu

Gedung lawang sewu dilihat pagi itu lumayan rame. Hiruk pikuknya mengalahkan keangkeran gedung ini. Di dalam gedung terdapat beberapa gambar stasiun-stasiun kuno yang ada di indonesia, miniatur kereta api, pintu yang sangat banyak. Gedung ini terdiri dari tiga lantai selain lantai dasar penjara. Saat kesana lantai tiga ditutup. Sedangkan pintu menuju penjara yang ada dilantai dasar kami tidak kesana. Lantai tiga dan area penjara lumayan horor katanya.

Dari papan keterangan mengenai sejarah Lawang Sewu

Gedung Lawang sewu merupakan kantor pusat perusahaan kereta api swasta milik Belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia. Jalur kereta api pertama yang dibangun adalah Semarang ke Surakarta dan Jogjakarta dengan jalur pertama Semarang-Tanggung yang dibangun tahun 1867. Pada penjajahan Jepang kantor ini berunbah menjadi Jawatan Transportasi Jepang. Pada zaman Kemedekaan gedung ini menjadi markas tentara belanda. Lalu di Tahun 1949 Gedung ini diserahkan oleh PT. KAI.

Menurut aku, fungsi gedung terutama pada saat perang kemerdakaan dimana gedung lawang sewu menjadi markas milik Belanda (Agresi militer) yang memiliki fungsi ganda yaitu kantor pertahanan dan penjara dibagian bawah untuk pribumi yang tidak menurut pada mereka. Bangunannya cukup terawat oleh pengelola. Sesuai namanya, pintu gedung lawang sewu sangat banyak. Lawang ” Pintu” dan Sewu “seribu” = Seribu pintu.

20170129_100123

Sejauh mata memandang adalah pintu

20170129_100825

Lawang Sewu

20170129_102404

Halaman Tengah Gedung Lawang Sewu

Setelah puas di Gedung Lawang Sewu, kita segera melanjutkan ke Museum Mandala Bhakti. Museum itu tepat berhadapan dengan gedung Lawang Sewu. For information, lawang sewu, tugu muda, museum mandala bhakti dan gereja katredal berada dalam satu area yang saling berdekatan. Jadi hanya perlu berjalan kaki saja antar lokasi. Tapi hari minggu itu, musium tutup.

Tugu Muda beradadi tengah-tengah bundaran. Dikelilingi oleh air mancur dan kolam air. Ada tempat duduk disekitarnya.Tersedia juga Tap Water disana.

20170129_105506

Tugu Muda Semarang dengan Latar Musium Mandala Bhakti

Jam 11.00 WIB sudah waktunya motor sewaan datang, nyatanya jam 11.30 motor baru datang. Kami menyewa motor dari AW Rental Motor (Ini no bapak sewanya 081251428468). Biaya sewanya Rp 60.000 dan plus biaya antar jemput +Rp 20.000. Kami menyewa motor Matic Beat karena memudahkan dibawa di jalanan kota. Setelah mendapatkan motor sewa, kami segera mencari tiket Bus untk pulang ke Jakarta. Kami menuju Jalan Siliwangi ke PO Haryanto (bus eksekutif) di jalan Siliwangi atas rekomendasi bapak rental motor. Awalnya kami masih membandingkan antara PO Nusantara dan PO Haryanto. Namun karena Bus yang menuju Terminal Pulogebang hanya dengan bus Haryanto maka kami memilih bus ini. Harga tiket bus eksekutif Semarang – Jakarta (Terminal Pulo Gebang)adalah Rp 180.000.

Selesai mendapatkan tiket kami pergi mencari masjid sekayu.Ini sebenarnya lebih ke ide aku karena NH Dini besar di Sekayu. Aku pikir daerah ini daerah dibesarkannya NH Dini. Tapi ZONK… kami sudah mutar-mutar dan bertanya ke bapak parkir tapi tidak mendapatkan mesjid itu. Maybe someday when i am going again to that place. Karena itu kami sholat dzuhur di masjid terdekat yang kami temukan.

Jam 13.00 kami menuju kawasan kota lama Semarang. Destinasi pertama adalah Art Contemporary Museum. Ada setidaknya tiga buah patung disini. Lukisan lukisan kontemporer yang memiliki artinya masing-masing. Tapi dari semuanya bertema sosial.

Dari Art museum ini kami berjalan kaki menuju Greja Bleduk. Salah satu gereja tua yang ada di semarang. Bangunan-bangunan tua, restoran tua ada disekitarny termasuk kantor pos, jiwa sraya.

 

Jam 14.00 nggak berasa perut mulai keroncongan. Kami makan siang mie kopyok dekat dengan stasiun poncol di jalan Tunjung. Rasa kuah Mie Kopyok mirip dengan lontong Balap Surabaya. Tempat makan ini cukup ramai siang itu.

20170129_143219

Mie Kopyok

Mie Kopyok ini terdiri dari lontong, tahu, mie kuning, kecambah, kerupuk, lalu dikuahin. Karena lapar, makanan ini ludes cepat dalam 5 menit. Untuk rasa 8/10. Sepertinya dari jumlah pengunjung yang datang, tempat makan ini merupakan salah satu tempat makan terkenal di Semarang.

Setelah makan siang kami melanjutkan perjalanan ke klenteng Sam poo kong. Salah satu rekomendasi tempat wisata di semarang. Perjalanan ke klenteng tersebut cukup mudah dengan bantuan GPS. Kurang lebih perjalanan 30 menitan dengan mampir ke pom bensin. Sampai di klenteng sam poo kong, suasana sangat ramai. Ramai sekali. Efek dari hari imlek. Uang masuk ke klenteng sebesar Rp 10.000/orang. Klenteng terdiri dari 4 bangunan utama. Yang jelas semuanya bewarna merah. Saat kami masuk kuil sedang ada performance barongsai. Ada performance dangdut juga. Buat nyari spot foto rada susah. Rame cuy….

Selama disana kami hanya disekitaran bangunan gerbang, bangunan klenteng satu, dan lampion-lampion. Jika ingin masuk ke bangunan klenteng yang lainnya harus membayar uang masuk lagi. Selain itu disini kamu juga bisa menyewa baju khas china. Berhubung waktu di madam tussaud bangkok pernah pakai baju cina, so disini ga perlu lagi lah yaa… wakakakaka

Sam poo kong klenteng

Dengan latar belakang lampion ” look!!! Rame banget kan…”

Gerbang cina

That so cool right???

Kami mungkin hanya sekitar 30 menitan disini. Selanjutnya kami pergi ke kawasan pecinan china. But hampir 45 menit perjalanan, we got zonk. Pertama karena kesasar. Kedua karen sampai kawasan pecinan terutama dekat klenteng Tay Kak Sie sedang dilakukan sembahyang. Dan karena berjilbab rada aneh Kalo aku mendekat kesana atau memasuki area itu. Oke next, kami menuju Toko Oen. Salah satu restauran kuno di semarang. Dari luar tokonya kelihatan kecil. Dan pintu depan ala-ala  rumah makan di eropa. Bangunannya bewarna hijau. Lokasinya dekat dengan kota tua semarang. Dekat juga dengan masjid kauman. Salah satu yang terkenal dari Toko Oen adalah ice creamnya… so that’s why we are here.

OEN’S Symphony @Rp 39.000

Poffertjes campur keju coklat “endeuuusss enak banget apalagi yang keju, TOP! @Rp 22.000

Lupa namanya… tapi ini rasa strawberry @Rp 39.000

Di Toko Oen cukup ramai, ramai oma oma dan opa opa cina jugaa… Saat menyantap ice cream hujan mulai membasahi tanah semarang. Kami terhindar dari hujan. Hingga jam 17.45 masih juga gerimis. Oke kami lanjut menuju PO Haryanto. Karena kami janji dengan AW rental motor untuk mengembalikan motor jam 18.30 di pool bus Haryanto di jalan Siliwangi. Lumayan basah juga sampai di pool bus. Dan sudah ramai orang-orang yang mau naik bus.

Jam 20.00 bus yang menuju pulo gebang datang.

See U SEMARANG!!! Next masih pengen ke Ambarawa, Ungaran. Amiiin

Malam itu kami pulang ke Jakarta by bus. Nyaman busnya. Kursinya 2-2. Kursinya lebar. Ada tempat kakinya. Disediakan selimut dan bantal. Toiletnya bersih. Perjalanan ke jakarta berhenti di tempat makan, perasmanan gitu. Bisa pilih makan nasi goreng, soto, atau nasi rames. Kami sampai di Jakarta aka Pulo Gebang jam 07.00 pagi. Oke kita nggak terlambat terlambat amat untuk pergi ke kantor.

Okay; ini untuk estimasi biaya dan lokasi wisatanya ya guys

Biaya paling banyak dihabiskan untuk transportasi sekitar 60% nya sendiri guys.

See you Semarang!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s