Travelling Ke Palembang 2018″ Kotanya empek-empek dan Pindang Patin”

Tanggal 16 Feb lagi ada tanggal merah di kalender. Ada sesuatu yang memanggilku. Hahahahhaaa…………. Setelah 2 minggu di Kota Batam dengan pekerjaan masih menganggur (nggak ongkang-ongkang juga kali…. Masih dalam proses belajar memasak meskipun sekali-kali sambil leyeh-leyeh main ludo sendirian). Suami sangat khawatir dengan psikis istrinya, walhasil seminggu sebelum hari H menawarkan mau kemana kita libur jumat-sabtu-minggu.

Ditelinga terngiang Belitung…. Mau main air…mau lihat pantai… Mau lihat tapak tilas laskar pelangi….mau…mau….. (padahal nggak bias berenang). Apalah daya, segera mengecek akomodasi untuk dibelitung, harga pesawat lumayan melambung. Ya sudahlah… Cek tempat wisata di Padang, di Medan, Dan disimpulkan suami menyetujui kita Ke Palembang.

Tepat sebelum kami memutuskan untuk ke Palembang, Teman kantor yudi yang memang berasal dari Palembang berkata ke kami “mau ngapain di Palembang? Palembang nggak ada apa-apanya…. Palembang lumayan rawan daerahnya…”. Seorang lagi berkata, nyesel ke Palembang…. bahkan empek-empek yang ada dibatam dia rasa lebih enak dibanding di Palembang.

Jawaban mereka membuat aku makin penasaran dengan Palembang. Aku ingin mengetahui bagaimana situasi, bagaimana kuliner lokalnya, bagaimana masyarakatnya, bagaimana Kota Pelambang……..Kota kedua terbesar di Pulau Sumatera yang terkenal dengan sungai musi dan jembatan Amperanya. Yudi setuju, cusss 2 hari menjelang hari H aku menuyun ittenari dan memesan tiket pesawat dan penginapan selama di Palembang. Tidak lupa menyewa motor juga untuk berkeliling Palembang.

Dicukupkan aja ya basa-basinya……wakakakkaaka

DAY 1

Ittenari sudah tersusun rapi mulai dari melangkahkan kaki dari rumah di kawasan batam center dengan tidak lupa melepaskan regulator tabung gas dan mematikan semua listrik (Ingaaat guys… ini sepele tapi sangat penting).

Bandara-pasar terapung ilir-monpera-Benteng Kuto Besak -Mi Celor 26 Ilir – Masjid Agung – Martabak Har – Penginapan – Kampung Kapitan – Masjid Cheng Ho – Stadion Brawijaya – Pulau Kemaro – Pempek Vico – Benteng Kuto Besak Lagi – Back to Hotel.

Yes…. 80% gagal guys. wakakakkakakkaka

Penerbangan dari Batam ke Palembang menggunakan citilink. Dan aku nggak tau kenapa otak aku sepertinya mulai melemah dalam mengingat (read : pikun), yang seharusnya penerbangan jam 7 tapi dalam alam bawah sadar aku penerbangannya jam 07.30. Berangkat dari rumah jam 06.00. Good. masih nyantailah…apalagi penerbangan masih 1 1/2 jam lagi dan hanya membutuhkan waktu 15 menit dari rumah ke bandara dengan sepeda motor. Sampai Bandara, parkir motor, masih ngobrol ngalor ngidul sama yudi terus masuk ke counter check in Citilink. Kita lihat dipapan penerbangan Batam – Palembang jam 07.00 WIB. dan saat itu sudah 06.30 (aku ingat salah seorang costumer dari citilink baru masuk ruang tunggu 10 menit sebelum waktu keberangkatan sudah tidak bisa masuk ke pesawat karena aku nggak tau karena pesawatnya yang sudah keluar dari parkiran, atau sudah mulai untuk take off, alhasil si mbak nangis dengan mencoba protes karena mbaknya ngerasa masih punya waktu 10 menit tapi mengapa sudah tidak diijinkan ikut penerbangan citilink saat itu). Saking worry nya, aku langsung bertanya kepetugas, kalo kami tidak ketinggalan kan. Untung antrian memang tidak ramai. Lari-lari deh menuju ruang tunggu. dan langsung masuk pesawat. Yes… citilink ontime.

Satu jam kemudian kami sampai di Palembang, cuss langsung lanjut ke kota Palembang menggunakan Trans Musi. kami menunggu trans musi sekitar 1 jam. Setelah trans musi datang, masih menunggu beberapa penumpang lain juga sekitar 30 menit. Jumlah armada trans musi memang terbatas. But, we want to know how Palembang Public Transportation. Menggunakan trans musi kita cukup membayar Rp 5.000,- per orang untuk maksimal 2 kali transit. So far, selama perjalanan dari Bandara ke Masjid Agung jalan banyak bergelombang, mungkin adanya kerusakan jalan akibat pembangunan LRT untuk persiapan Asian Games tahun 2018 ini.

Kami membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai masjid agung, tempat aku janjian dengan orang yang menyewakan motor selama kami di Palembang. Motor yang kami sewa adalah motor Beat, secara pribadi kalo untuk modaa transportasi dalam kota aku memang lebih suka menggunakan motor matic. Harga sewanya Rp 80.000,-/hari, belum termasuk biaya antar dan bensin. Oiya, yang butuh CP sewa motor 0821 8589 4524. atau bisa cek di IG nya @Palembangmotorrental. Kami menyewa motor untuk 2 hari dan total biaya pengeluaran untuk sewa motor adalah Rp 210.000.

MIE CELOR 26 ILIR

Karena memang sudah lapar, lanjut deh langsung kami menuju rumah makan Mie Celor 26 Ilir. 2 porsi mie celor dan 2 botol air mineral 600 ml adalah Rp. 40.000,-

Rasa mie celor unik. Tapi aku kurang memfavoritkannya. Karena ya, aku kurang terlalu suka dengan mie yang ukurannya sedikit besar, untuk kuah i love it… Kalo menurut yudi, mie celor kurang cocok untuk sarapan. Bolehlah dicoba kalo kalian mengunjungi Palembang Yaaa…. One of traditional kuliner of Palembang.

PENGINAPAN DENATA B&B

Selama di Palembang, kami menginap di hotel Denata BnB without breakfast. Alasannya karena murah dan pengen cari sarapan disekitaran kota Palembang.


126857837

sumber : http://hikersbay.com/asia/indonesia/hotel/id/denata-b-amp-b-palembang.html?lang=en

Pertama lokasinya berada dipusat kota, namun agak masuk gang. Lokasinya mudah ditemukan dengan bantuan google maps. Murah karena kamarnya kecil, ya cukuplah untuk berdua. Akses naik ke lantai atas menggunakan tangga, dan di lantai 3 lampu koridornya sering dimatikan pada pagi sampai sore harinya, padahal pencahayaan kurang. Lokasi Hotel Denata BnB berdekatan dengan salah satu tempat makan empek-empek terkenal di Palembang yaitu empek-empek Lince. Namun selama 3 hari 2 malam kami disana tempat makan tersebut tutup (Mewek… sedih….gulung-gulung di pojokan gayanya hahahahahhaa…… ). Ngomong-ngomong rating penginapan ini di traveloka per hari aku nginap kemaren adalah 8,6 dari 382 orang yang vote.

RUMAH MAKAN SRI MELAYU

Rumah makan ini kalo lihat di trip advisor ratingnya 4 dari 130 pengulas. Bahkan aku melihat salah satu piagam didekat meja kasir bahwa RM Sri melayu ini adalah RM terbaik di Palembang dengan mengetahui TTD dari Gubernur Palembang. Aku tidak membaca detail tentang piagam tersebut, kapan dikeluarkannya, Gubernur Palembang mana yang menandatanganinya. Kami memesan pindang patin, kerang dara asam manis, dan kangkung Balacan.  oke our comment about this resto

Yudi : Rasa *** (3); Pelayanan****(4); Kebersihan****(4) –> Skala 1-5

saya : Rasa***(3); Pelayanan****(4); Kebersihan***(3)–>  Skala 1-5

IMG_5968

Price : Rp 230.000 untuk berdua

Note:  sambal-sambal, ikan asin, diantar saat kita menunggu pesanan kita datang. Kalo kita mencomotnya akan ditagih saat pembayaran di kasir. Ala-ala Rumah Makan Padang.

PALEMBANG INDAH MALL (PIM)

Hahahahaha…. Perlu ngakak sengakak ngakaknya…. travelling ke kota tetangga tapi akhirnya mampir ke mall. Wakakakakka

Awalnya berencana ingin ke empek-empek Vico, namun tutup saat libur imlek. Alhasil kami melipir ke PIM yang lokasinya memang ada diseberang Empek-empek Vico. Dan mau nge Black Panther. Jika mengeja mall ini dengan menyebut PIM, jadi mengingat Pondok Indah Mall yang ada di Jakarta Selatan.

Yessss…. Hari pertama kami habiskan dengan menonton black panther (harga berdua Rp 90.000) dan muter-muter PIM. Ya.. anggap saja kami sedang survei kondisi mall Kota Palembang.

Day 1 kita akhiri dengan ngebungkus martabak Har (yang terkenal itu… kami membeli yang isian ayam). Good bye day one……..

DAY 2

Bisa dibilang day 2 ini hari terakhir kami di Palembang. Karena esok pagi-pagi kami harus sudah kembali lagi ke Batam.

PEMPEK CANDY

Untuk sarapan kami memilih di Pempek Candy. Aku memesan empek-empek kecilnya dan Yudi memesan sop ayam. For information, tempat ini nggak hanya menjual empek-empek, ada juga makanan berat, sop ayam, sop ikan, aneka pindang, mie celor, oleh-oleh kering, baju songket khas palembang.

Empek-empeknya enak, sop ikannya juga enak. Harganya lumayan. Lumayan mahal sih bagiku untuk skala backpacker. Wakakkakakakakaaa. Tapi tak apalah, belum tentu kami ke Palembang lagi. All harga pesanan kami berdua Rp 99.000.

 

HUTAN WISATA PUNTI KAYU

Yang keren dari Palembang untuk menuju satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya nggak terlalu jauh. Lokasi hutan wisata Punti Kayu hanya sekitar 6 km aja dari pusat kota (sekitar 15 – 30 menit berkendara motor). Sabtu itu pengunjung tidak terlalu ramai, saat kami sampai di gerbang utama Punti Kayu terlihat 2 minibus, 1 mobil, dan 1 motor terpakir.

DSC_3082

Gerbang Depan Taman Wisata Alam Punti Kayu

Kami kira, gerbang utama inilah gerbang pembelian tiket masuk. Tapi tidak ada petugas yang berjaga. Kami menunggu sekitar 10 menit sebelum akhirnya kami memasuki gerbang ini. Dan rupanya dibagian dalam gerbang inilah terdapat gerbang lagi untuk membeli tiket masuk ke Punti Kayu.

Taman Wisata Alam Punti Kayu dilengkapi beberapa wahana, seperti area outbond, waterpark, miniatur keajaiban dunia, panggung, danau, dll. Sayangnya saat kami berkunjung gerimis masih menemani kami. Untuk harga tiket masuk termasuk affordable.

Memasuki hutan wisata Punti Kayu kita diperbolehkan membawa serta kendaraan kita, lumayan gempor jika tidak boleh. Hutan wisata ini tidak terlalu besar juga tidak kecil. Ini nih beberapa kekonyolan kita.

MUSEUM BALAPUTRA DEWA

Selesai dari Punti Kayu, kami melanjutkan perjalanan kami ke Museum Balaputra Dewa. Lokasinya lumayan dekat dari Punti Kayu, sekitar 1,5 km saja.

Harga tiket masuk museum ini sangat murah, hanya Rp 2.000,00 saja perorang. Aku kurang tahu juga, pengelolaan museum apakah ditanggung oleh pemerintah daerah atau bagaimana. Rasanya museum jika dibiarkan dan tanpa ada yang merawatnya menjadi sayang banget. Banyak sekali sejarah di bumi Sriwijaya. Bahkan saat kita belajar di SD atau SMP (Bagi kelahiran 90 an) pasti dibahas mulai dari zaman prasejarah, zaman kerajaan… Nah, bagi aku Palembang menjadi satu diantara tempat sejarah yang lengkap ini. Bayangkan… banyak prasati yang ditemukan di palembang, Kejayaan Kerajaan Sriwijaya, hingga Palembang menjadi salah satu kota untuk perayaan akbar ASEAN GAMES tahun 2018 ini (Kriiiikkk kriikkk kriiikkk… apa hubungannnya coba?? Ya… anggap saja ada korelasinya).

DSC_3085

Pada zaman prasejarah, ada beberapa patung, tapi aku kurang tahu juga patung-patung ini replika atau asli. Untuk penataan patung di museum ini sih oke. Untuk murid-murid sekolah yang lagi belajar sejarah mengenai zaman megalitikum dll bolehlah langsung melihat museum ini karena belajar tidak hanya cukup dengan melihat dan membaca dibuku saja.

Yes, selain itu ada juga rumah Limas di museum ini. Kalo kamu punya uang Rp 10.000 yang lama persis banget gambarnya dengan apa yang kami lihat di museum ini. Look this…

Mereload memory…… (Jeng…jeng….jeng…..)

Pengalaman travelling ke Palembang rada lama hanya kesimpan di draft, dan sayang banget kalo nggak aku lanjutnkan tulisannya untuk di publish. So, ini sambil mengingat what we do di Palembang 5 bulan lalu.

WARUNG PINDANG KUYUNG

Saatnya makan siang, setelah dari musium Balaputera Dewa kami melanjutkan perjalanan kami ke RM Nasi Pindang Kuyung (Banyak yang mereview Pindang di Rumah makan ini enak). Kami mencari lokasi Rumah makan makan ini sampai muter-muter 2 kali sesuai petunjuk google maps tapi ga juga dapat. Nah akhirnya, karena memang perut sudah sangat keroncongan, kami putuskan jika kita ketemu dengan RM Pindang apapun kami akan berhenti di rumah makan itu. Nah, RM yang pertama kita jumpai saat berputar-putar pertama adalah Warung Pindang Kuyung. Lokasinya tepat bersebelahan dengan Bebek Hj. Slamet di Jl. Pangeran Sw. Subekti. Ya selain itu karena namanya sama-sama Kuyung aku kira sama aja wkwkwkwkwkwk…..

warung pindang kuyung

Yak.. ini penampakan warungnya, Pokoknya sebelahan sama bebek goreng H. Slamet (Sumber nyari di google maps karena lupa nama warungnya)

Yes, Aku dan Yudi memesan lauk yang sama. Pindang kepala Patin, nasi putih, sambalnya pake sambel mangga “Joss banget”, ada lalapan dan minumnya Es Teh Manis. Duh…. “Nikmat manalagi yang akan kau dustakan?”. Super Enak, Bahkan aku lebih suka rasa pindang patin disini di bandingkan di RM Sri Melayu. Diakhiri dengan nasi ludes, dan piring lauk ikan patin sisa tulang-tuangnya aja. Alhamdulillah…. Untuk 2 porsi makanan kami hanya habis Rp 80.000

Perut sudah kenyang, Capek berpanas ria di Jalanan…. Kami memutuskan balik ke penginapan untuk sekedar menyelonjorkan pinggang dan mencari hawa dingin AC. 

MARTABAK HAR PALEMBANG

Menjelang sore, saat matahari sudah mulai capek dan pengen istirahat, kami melanjutkan kulineran kami. Tujuan kami selanjutnya adalah Martabak HAR, Banyak versi lokasinya, aku sendiri nggak tau yang mana yang paling asli atau paling legendaris.  Saat ketemu dengan salah satu tempat makan Martabak HAR dari luar kami lihat banyak pengunjung, banyak kendaraan parkir di depannya.. Yah mungkin ini… Lokasinya lumayan dekat dengan Penginapan Denata, mungkin sekitar 5-7 menit naik motor.

martabak HAR palembang

Penampakan depan Martabak HAR (Sumber: dari google maps)

Hahahhaha… lupa foto depannya..wkwkkwkwk. Jadi ambil gambar dari maps aja ya…

The first time sih buat aku makan martabak seperti ini. Aku kira seperti martabak telur biasa yang langsung di campur atau diaduk dengan sayur-sayuran. Rupanya telurnya martabak Har ini utuh dibagian dalamnya. Kuahnya juga kuah kari. Kalo dari segi rasa menurut aku cukup enak, bukan yang enak banget. Untuk harga 2 porsi martabak HAR dan 2 teh botol adalah Rp 52.000

PEMPEK SAGA SUDI MAMPIR

Karena masih sore, kami lanjutkan ke Pempek Saga. Restorannya rame. Bahkan banyak kendaraan parkir dari pengunjung ke pempek ini juga. Kami hanya memesan 2 buah es kaang merah dan satu porsi pempek kecil. Es kacang merahnya enak, ludes hingga akhir. Namun karena lambung kami yang kecil dan usus yang pendek kali ya, kami nggak menghabiskan pempeknya, mungkin kami hanya makan dua pempek kecil. Ya efek kekenyangan makan martabak Har. Alhasil, sisa pempek kecilnya kami bungkus untuk makan malam, hahahahaha…. Price untuk 2 es kacang merah dan satu porsi pempek kecil adalah Rp 80.000

 

Yeiiii… Perjalanan kami di Palembang hari kedua sudah selesai. Lanjut deh balik ke penginapan lagi. Istirahat, karena esok pagi-pagi sekali kami harus kembali ke Batam. Alhamdulillah… Puas perjalanan disini , puas dengan kulinernya…..

Oh ya, mungkin aku nggak ngasih rincian pengeluaran seperti travelling sebelumnya, namun semua pengeluaran kami berdua selama 3 hari 2 malam di Palembang termasuk parkir, beli minum, dll  adalah Rp 1.114.000 (biaya ini belum termasuk dengan tiket pesawat dan biaya penginapan ya).

Advertisements

Mau Investasi Reksadana ?

Berbicara mengenai keuangan, Sejak tahun 2016 aku sudah penasaran dengan yang namanya investasi. Bagi seorang pemula seperti aku (Gaji pas-pasan yang kebutuhan dan keinginan berjalan lurus wkwkwkwkwkk……), tentunya menginginkan investasi yang : NGGAK RUGI. Dimana saat tahun 2016 itu, aku sebagai seorang karyawan yang masih belum menikah, pengennya jalan-jalan, pengennya belanja-belanja. Namun mengerem pengeluaran dengan membagi pendapatan menjadi biaya daily life, sedekah, tabungan, dan dana darurat. Of course, tabungan nggak pengen dong malah habis karena rugi karena salah pilih instrumen investasi.

Ngomong-ngomong kenapa aku butuh investasi? (more…)

JAKARTA – TIMES FLY SO FAST

Hidup di sebuah daerah perantauan (read : pedalaman) tidak memberikan gambaran bagaimana kehidupan didalam komunitas suatu kota. Ya… semua tiba-tiba saja. Tiba-tiba hidup di ibukota kabupaten, tiba-tiba hidup di kota kedua terbesar di Indonesia, tiba-tiba saja hidup di kota paling crowded di Indonesia…. dan sekarang hidup berpindah lagi disalah satu kota industry di Pulau Sumatera.

Nah… berhubunng udah hamper 3 minggu yang lalu meninggalkan kota tercrowded (read: Jakarta) itu…. aku ingin mengisahkan apa-apa yang paling berkesan dari kota itu selama 3 tahun aku tinggal disana. (more…)

Unplanned Travelling BINTAN 2017

Hallo

Happy 2018

Status baru, resolusi baru…

Pergi ke bintan ini sebenarnya akhir tahun lalu. Tepatnya 24-25 des 2017. Jadi rencanya mau ke singapore, secara lagi ada promo batamfast beli di indomaret hanya Rp 300.000 sudah PP. Sudah tukar dolar, sudah packing for just escape for 2 days, tapi karena passport yudi sisa 2,5 bulan kita nggak bisa cetak boardig tiket batamfast. Just for information, aplikasi dari komputer batam fast nya yang nggak bisa nyetakin boarding pass nya, sudah tersetting min expired passport adalah 6 bulan. So, yang memang awalnya mau trying ke petugas imigrasi di singapore dengan pake passport 2,5 bulan itu dengan resiko nggak bisa masuk singapore tapi rupanya kita udah kedepak langsung sebelum kita keluar dari indonesia.

Itulah asal muasal kenapa kita tiba-tiba pergi ke bintan without planning. Karena memang juga kita udah nyiapkan baju ganti, pengen liburan, Yudi yang lagi super sumpek dengan kerjaannya di kantor. (more…)

DIY Mahar Pernikahan – Membuat Sendiri Dekorasi Mahar Pernikahan

Hallo….

Yes, aku lagi nggak punya cerita perjalanan. So, aku akan share DIY membuat atau menghias mahar pernikahan. Oh ya, ini ala-ala aku ya yang daya creativenya masih perlu diragukan, nyontek sana, nyonek sini, di modif dikit dan traalaaalaaaa…..

Ide membuat sendiri biar bisa menghemat pengeluaran. Sebelum membuat sendiri, tentunya kita pengennya nge costum ke orang yang super creative biar mahar pernikahan kita jadi wow dan unik. Browsing, ngintipin instagram, harganya berkisar RP 700.000 ke atas. So, bolehlah nyari tutorial di google dan pinterest tentang menghias mahar uang. (more…)

PERNAH JADI MAHASISWA BARU ITS

Pernah dong merasakan jadi mahasiswa baru?

yes… include me.

Aku seorang alumni dari jurusan teknik lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. PERLU DICATAT YA!!! INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER dan Bukan Institut teknologi Surabaya, Bukan juga Institut teknologi solo, etc. Sedih banget waktu ditanya kuliah dimana mbak? ITS. Institut teknologi surabaya yaa? solo yaaa????? NOOOOOO SIRRRRRRRRRR…. “S” nya itu Sepuluh Nopember dan bukan Surabaya. Memang sih singkatan S itu seperti mengartikan Surabaya karena memang lokasinya ada di surabaya. Tapi makna dan esensi dari Sepuluh Nopember itu mencirikan bagaimana perjuangan arek-arek surabaya. Pasti Tau dong sejarah Pertempuran 10 nopember surabaya????

(more…)

One Day TRAVELLING To CIREBON

Rasanya kaki sudah sangat kaku dan ingin di ajak buat jalan panjang. Hari itu dengan rencana dan niatan dalam hati ingin one day travelling ke Kota Cirebon. Aku sedang tidak bisa menggunakan jatah cuti aku. Karena jatah cuti ingin aku gunakan untuk preparetion my day.

Oke dan yang awalnya hanya niatan dari sebelum lebaran ingin ke Cirebon, Tanggal 29-30 juli 2017 bisa terlaksana.

Satu minggu sebelum hari H rencana ini dibuat. Langsung kami mencari tiket Jakarta-Cirebon. Dan of course, kami memilih tiket kereta api paling murah. Karena travelling dengan budged rendah itu always being my target (muka peliiit hahahaha…).

Kereta yang kami pilih untuk berangkat adalah Cirebon Ekspress (Dari St. Gambir ke St. Cirebon) dengan harga Rp 85.000 pemberangkatan jam 22.20. Dan Untuk pulang kami memilih Tegal Bahari dengan harga Rp 100.000 pemberangkatan jam 18.30. Pembelian dua tiket ini menggunakan aplikasi Traveloka agar mendapat diskon 25.000 jika transaksi >= Rp 100.000. Jadi untuk tiket PP kami menghabiskan Rp 160.000.

(more…)